Jakarta, MinergyNews– Skema take or pay kewajiban membeli listrik yang diproduksi pembangkit swasta telah menjadi masalah besar dalam bisnis ketenagalistrikan di Indonesia.
Hal tersebut seperti yang dikemukakan oleh pengamat kelistrikan dari Universitas Indonesia (UI), Iwa Garniwa di Jakarta.
Menurut Iwa, terlalu banyaknya porsi swasta di proyek listrik dikhawatirkan juga akan mempengaruhi harga listrik bagi masyarakat.
“Dalam proyek pembangkit 35 ribu megawatt pembangunan yang dilakukan swasta lebih banyak dibanding PLN, ini berbahaya,” ujarnya.
Oleh karena itu, Iwa menegaskan, jangan sampai pertumbuhan beban listrik yang diharapkan tidak sesuai, “Sehingga pembangunan pembangkit lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan demand,” tandasnya. (us)