Batam, MinergyNews– PT PGN Tbk., selaku Subholding Gas Pertamina, telah memenuhi kebutuhan gas untuk PLTMG Baloi, Batam. Pemenuhan kebutuhan gas ini merupakan bagian dari Pertamina Go Sustainable untuk mendukung ketahanan sektor kelistrikan.
“Gas mengalir melalui infrastruktur pipa baja sepanjang 100 meter ke pembangkit listrik tersebut, yang diselesaikan dalam waktu 4 minggu,” ujar Direktur Sales dan Operasi PGN, Faris Aziz, Kamis (14/10).
Faris menjelaskan, penyaluran gas perdana dilakukan akhir September 2021 lalu dan bersumber dari ConocoPhilips (Grissik) Ltd. Harga gas untuk PLTMG Baloi ini sesuai Kepmen ESDM 135/ 2021.
PLTMG Baloi yang dibangun pada Maret 2021 merupakan bagian dari upaya PT PLN Batam untuk menopang sistem kelistrikan di wilayah Batam dan Bintan. Kebutuhan volume gas bumi secara bertahap dan pada triwulan IV-2021 sebesar 1-5 BBTUD.
Beroperasinya PLTMG Baloi akan menambah produksi listrik sampai dengan 30 MW mulai Desember 2021. Pemanfaatan gas bumi ini akan mengurangi penggunaan pembangkit berbahan bakar minyak.
Lebih lanjut, Faris menegaskan bahwa PGN memegang komitmen untuk memberikan kehandalan supply gas. Apalagi, kebutuhannya dipakai untuk meningkatkan kapasitas pembangkit listrik.
“Adanya kebijakan harga dari pemerintah sesuai Kepmen ESDM 135/ 2021, diharapkan dapat teralokasi secara maksimal dan dapat merasakan benefitnya secara nyata. Khususnya untuk menurunkan Biaya Pokok Penyediaan tenaga listrik, sehingga dapat fokus meningkatkan kapasitas untuk melayani masyarakat,” paparnya.
PGN berkomitmen menjadikan sektor listrik sebagai salah satu dari program prioritas. Dari segi volume, sektor kelistrikan memiliki porsi penyerapan gas bumi yang paling besar.
“Oleh karena itu, PGN terus mengembangkan infrastruktur dan meningkatkan kualitas layanan gas bumi untuk kehandalan energi listrik seluruh wilayah di Indonesia serta untuk menciptakan clean and green energy,” tegas Faris.