Penetapan Harga Listrik EBT Maksimal 85% Bagus untuk Pelanggan dan PLN

Jakarta, MinergyNews–  Ketua Asosiasi Panas Bumi Indonesia (API), Abadi Purnomo menilai kebijakan menetapkan harga listrik EBT maksimal 85% memang bagus untuk pelanggan dan PT PLN (Persero).

Namun, menurut Abadi, penurunan harga listrik EBT diyakini akan menurunkan minat investor. Pasalnya, harga baru yang ditawarkan pemerintah tidak layak dari sisi perbankan.

Sebelumnya, Pemerintah terus berupaya menyesuaikan tarif listrik dari energi baru terbarukan (EBT) menjadi lebih murah. Tarif tersebut akan direalisasikan dengan penetapan harga EBT di patok dari biaya pokok produksi (BPP) sekitar 85%.

“BPP itu sebenarnya untuk acuan batu bara. Investasinya lebih kecil jika dibanding geothermal yang mempunyai tingkat risiko eksplorasi, sehingga tidak bisa bersaing,” ujarnya di Jakarta.

Abadi menjelaskan, rasanya tidak tepat jika aturan itu ditetapkan karena akan membuat harga litsrik EBT tidak kompetitif dengan energi fosil. Di samping itu aturan ini juga belum didiskusikan dengan pengembang atau pengusaha.   (us)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *