Jakarta, MinergyNews– Gerakan Rakyat Kaltim Bersatu (GRKB) mengatakan siap mendukung Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) untuk mendapatkan Blok East Kalimantan (Eastkal) paska ditinggalkan Chevron Company Indonesia. Lembaga swadaya masyarakat ini juga menolak jika pengelolaan blok minyak dan gas bumi (migas) di Kalimantan Timur itu diserahkan oleh Pemerintah kepada PetroChina.
“Daripada diberikan ke perusahaan Cina mending berikan saja ke BUMD,” tegas Koordinator GRKB, Erly Sopiansyah, Senin (15/1).
Erly menegaskan, blok Eastkal merupakan harta nasional yang berada di depan mata. Dia pun minta Pemerintah agar tidak begitu saja diberikan ke China.
“Kami akan menghalau siapapun perusahaan asing masuk ke Kaltim jika terbukti merugikan Kaltim,” katanya dengan lantang.
Pasca mundurnya PT Pertamina (Persero) untuk mengelola Blok Eastkal setelah kontrak Chveron berakhir 24 Oktober 2018 disambut oleh PetroChina. Malahan, perusahaan migas asal Cina ini berani ikut lelang dengan pola gross split.
Menurut Erly, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan sepertinya kompak dengan Wamennya, Arcandra Tahar, untuk memberikan Blok Eastkal ke PetroChina. Pasalnya, permohonan yang sudah diajukan Pemkab PPU, melalui badan usahanya PT Benuo Taka, tidak pernah digubris.
“PPU memiliki opsi terakhir jika Menteri ESDM tetap memaksakan kehendaknya memberikan Blok Eastkal ini ke PetroChina, maka seluruh masyarakat Penajam akan menolak kehadirannya,” uangkapnya.
Sementara itu, BUMD Benuo Taka masih bersikukuh untuk terus melanjutkan upayanya menjadi operator Blok Eastkal. Bahkan, Bupati PPU berencana mengirim surat ke Presiden Joko Widodo tentang permohonannya tersebut. Surat tersebut dibuat setelah Menteri ESDM hingga kini belum juga menjawab surat permohonan Joint Study yang telah dikirim Pemkab PPU.
“PPU melalui BUMD terus berupaya untuk menjadi petani penggarap Blok Eastkal mengingat dari segi finansial, teknologi, dan human capital, BUMD Benuo Taka mampu apalagi sudah berstatus PSC,” ujar Direktur Utama Benuo Taka, Wahdiat Aldhazali..
Wahdiat juga telah menyatakan siap bagi BUMD untuk mengelola Blok Eastkal dari segi manapun. “Kami sudah mengkaji selama setahun lebih. Patut kami sayangkan Menteri ESDM belum memberi kesempatan kepada kami untuk melakukan Joint Study Blok Eastkal.” (Petrominer)