Jakarta, MinergyNews– Indonesia berada di dalam posisi yang sangat berbahaya ke depannya, bila terus-menerus hanya bergantung kepada Bahan Bakar Minyak (BBM) sebagai sumber energi. Padahal masih banyak sumber energi di dalam negeri yang bisa dioptimalkan ke depannya.
Hal ini dikatakan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat membuka sidang paripurna Dewan Energi Nasional (DEN) di Istana Negara di Jakarta.
“BBM yang ada sekarang saya kira kita tau semuanya 50% produksi dari dalam dan 50% kurang lebih kita masih tergantung impor. Saya kira ke depan sangat berbahaya sekali, apabila kondisi ini masih kita pakai terus menerus, tanpa kita melakukan riset, tanpa kita melakukan terobosan dalam membangun ketahanan energi kita,” ujarnya.
Jokowi menyebutkan tiga sumber energi yang seharusnya bisa lebih dioptimalkan, seperti Crude Palm Oil (CPO), biomassa, dan batu bara.
“Kalau sebuah riset yang baik, baik untuk CPO, biomassa, batu bara, dan mungkin bahan yang kita miliki sendiri ini betul-betul dilakukan riset besar-besaran yang akan memberikan terobosan, sehingga kita tidak ketergantungan terus kepada yang namanya BBM,” tuturnya.
Hal ini artinya ke depan Indonesia juga tidak perlu bergantung kepada negara lain, sebab porsi impor untuk BBM cukup besar. Termasuk ketika ada gejolak pada harga minyak dunia.
“Saya kira ini memberikan sebuah peluang kepada kita bahwa kita tidak ada ketergantungan dengan negara yang lain. Jangka panjang kalkulasi dan perhitungan seperti itu harus betul-betul kita hitung, kita kalkulasi sehingga kita mempunyai sebuah plan jangka menengah, jangka panjang, sehingga ketakutan kita akan kekurangan BBM,” pungkasnya. (us)