DPR : Program Konversi BBM ke BBG Perlu Disegerakan

Jakarta, MinergyNews–  Hingga saat ini, Indonesia masuk dalam jajaran mengekspor energi terbesar di dunia. Oleh karenanya, perlu dilakukan strategi agar persediaan energi tidak habis dalam waktu dekat.

“Sebagai negara dengan peringkat ekspor energi terbesar di dunia, Indonesia perlu melakukan eksplorasi khususnya untuk mencari energi pengganti minyak bumi. Sebab, kalau tidak melakukan penemuan baru, maka tahun 2039 persediaan minyak bumi kita akan habis,” ujar Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Satya Widya Yudha belum lama ini di Jakarta.

Satya mengungkapkan, rasio minyak bumi di Indonesia hanya sekitar 43 persen. Untuk itu, perlu dicari cadangan baru agar minyak bumi tidak habis.

“Salah satu strategi agar minyak bumi tidak habis adalah dengan mengkonversi penggunaannya pada gas. Kalau gas, sekitar 2050 atau 34 tahun lagi baru akan habis. Tapi rasionya mencapai hampir 80 persen. Jadi kita masih aman,” tuturnya.

Oleh karena itu, Satya mendorong masyarakat agar mengkonversi penggunaan minyak bumi ke gas. Hal tersebut bisa jadi upaya untuk menghindari ketersediaan yang semakin menipis.

“Kita tidak boleh membiarkan anak cucu kita nanti tidak menikmati minyak bumi. Maka harus dikonversi penggunaannya ke gas. Kalau nanti ditemukan penemuan baru lagi, persediaan gas juga bisa diperpanjang dari 43 tahu lagi bisa lebih dari itu,” katanya.

Selain itu, Satya juga menyebut presiden Joko Widodo (Jokowi) mendukung penuh program rencana konversi BBM ke BBG. Agar nantinya gas menjadi hal primer yang digunakan masyarakat.

“Pak Jokowi itu bilang kalau beliau mau harga gas itu tidak naik nantinya agar bisa digunakan terus. Jadikan gas adalah sebagai kebutuhan primer masyarakat,” tandasnya.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *