ASPEBINDO Laporkan Masalah IUP Fantom, Berkomitmen Awasi Sektor Pertambangan

Jakarta, MinergyNews– Asosiasi Pemasok Energi, Mineral, dan Batubara Indonesia (ASPEBINDO) baru-baru ini mengungkapkan keprihatinannya terkait laporan dari beberapa anggotanya mengenai keberadaan Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang misterius. Laporan ini menunjukkan bahwa terdapat IUP, yang sebelumnya telah dicabut secara resmi oleh pemerintah daerah, tiba-tiba muncul kembali.

“Kami telah menerima laporan serius dari anggota kami tentang IUP yang misterius ini di wilayah sulawesi tenggara. Ini adalah masalah serius yang mengindikasikan adanya ketidaksesuaian dalam administrasi dan pengawasan IUP. ASPEBINDO berkomitmen untuk bekerja sama dengan Kementerian ESDM untuk mengatasi masalah ini dan memastikan integritas serta transparansi dalam penerbitan dan pengelolaan IUP.” tegas Anggawira, Ketua Umum ASPEBINDO.

Anggawira menambahkan keberadaan IUP fantom ini dapat menimbulkan kebingungan di kalangan pelaku industri dan berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap pemerintahan dan sektor pertambangan. Oleh karena itu, ASPEBINDO mendesak agar ada penyelidikan menyeluruh dan tindakan tegas untuk menangani masalah ini.

“Tim kami akan bekerjasama dengan aparat penegak hukum jika memang ditemukan adanya pelanggaran dalam penerbitan iup ini kembali, kami akan menganggapi serius setiap laporan dari anggota kami di wilayah,”

Menurutnya hal itu dilakukan untuk menjaga asas kepastian hukum dan iklim berusaha di Indonesia.

“Kalau tindakan IUP fantom ini dibiarkan tentu akan merusak iklim berusaha di Indonesia sehingga investor akan enggan untuk menamkan modal” ucap Anggawira.

ASPEBINDO berencana untuk menyusun rekomendasi dan memberikan masukan kepada Kementerian ESDM terkait dengan peningkatan mekanisme pengawasan dan verifikasi IUP.
“Kami berharap kerjasama ini akan membawa perbaikan signifikan dalam sistem perizinan pertambangan di Indonesia, demi mewujudkan sektor pertambangan yang lebih adil dan berkelanjutan,” tutur Anggawira.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *