Jakarta, MinergyNews– PT Pupuk Indonesia (Persero) telah melakukan sejumlah langkah untuk mendukung program pengembangan Kawasan Bintuni. Bersama-sama dengan tim dari Kementerian BUMN dan Kementerian Perindustrian, Pupuk Indonesia telah melakukan kajian berupa skema proyek, keekonomian proyek serta proyeksi kebutuhan gas bumi.
“Berdasarkan kajian tersebut, untuk pengembangan Tahap-1 di Bintuni kami akan mengembangkan industri Petrokimia, yaitu methanol dan berbagai turunannya seperti ethylene, propylene, polyethylene dan polypropylene. Untuk tahap kedua, kita akan kembangkan pupuk NPK,” ujar Kepala Komunikasi Korporat PT Pupuk Indonesia, Wijaya Laksana dalam keterangan tertulisnya di Jakarta (2/12).
Wijaya mengungkapkan, untuk pengembangan proyek tersebut, pasokan gas yang dibutuhkan adalah sekitar 124MMSCFD, dengan harga keekonomian yang ideal adalah sekitar US$ 3 per MMBTU.
“Untuk mendukung keekonomian proyek, kami juga berharap dukungan pemerintah dalam membangun infrastruktur kawasan,” kata Wijaya.
Sebelumnya, Pupuk Indonesia bermaksud mendirikan pabrik pupuk urea baru di kawasan tersebut, namun melihat kondisi pasar internasional saat ini, proyek tersebut menjadi kurang prospektif.
“Harga komoditi urea sedang anjlok dan harga gas kita masih cukup tinggi dibandingkan negara lain sehingga produk urea kita sulit bersaing, maka kami berencana beralih mengembangkan produk petrokimia,” tutur Wijaya.
Untuk itu, tambahnya, Pupuk Indonesia pada Oktober lalu telah mengajukan permohonan alokasi dan harga gas industri kepada Menteri ESDM. Alokasi yang diminta adalah 130 MMSCFD dengan harga USD3.
Menurut rencana, lanjutnya, proyek pengembangan tersebut akan dibangun di kawasan Kabupaten Teluk Bintuni dengan luas lahan sekitar 2.112 Ha. Dan untuk itu Pupuk Indonesia telah melakukan koordinasi dengan Pemerintah setempat untuk pembangunan kawasan industri tersebut serta menjadi pengelola kawasan dengan melibatkan anak-anak perusahaan yang bergerak dibidang utilitas dan logistik seperti PT Pupuk Indonesia Energi dan PT Pupuk Indonesia Logistik.
“Kami juga telah melakukan diskusi dengan sejumlah mitra strategis untuk proyek tersebut,” pungkasnya.