Jakarta, MinergyNews– Pada tahun 2020 ini, Pemerintah akan mendistribusikan 10.000 unit paket perdana konversi BBM ke LPG 3 Kg di 6 provinsi yaitu Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur, serta Daerah Istimewa Yogyakarta.
Sesuai dengan amanat Peraturan Presiden No. 38 tahun 2019 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Penetapan Harga LPG (Liquified Petroleum Gas) Tabung 3 Kg untuk Mesin Pompa Air Bagi Petani Sasaran, Kementerian ESDM melaksanakan Program Konversi BBM ke LPG 3 Kg dengan kriteria calon penerima pembagian paket perdana konversi BBM ke LPG 3 kg:
1. Petani pemilik lahan dengan luas lahan maksimal 0,5 hektar. Untuk transmigrasi, maksimal 2 hektar dengan menunjukan dokumen kepemilikan lahan.
2. Memiliki identitas petani yang direkomendasikan oleh Kepala Desa/ Camat dan disahkan oleh Kepala Daerah dan atau Kepala Dinas Pertanian setempat.
3. Memiliki identitas KTP, KK dan Kartu Tani.
4. Memiliki pompa air dengan mesin pengerak lebih kecil 6,5 HP.
5. Belum pernah menerima bantuan yang sejenis (mesin pompa air).
6. Mesin pompa air yang dimiliki berbahan bakar bensin.
Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Alimuddin Baso mengungkapkan, melalui kegiatan ini, Pemerintah ingin petani menjadi bagian dari program-programnya.
“Pemerintah membantu petani untuk mendapatkan energi yg bersih dan lebih hemat dibandingkan menggunakan BBM. Selain itu, Pemerintah berkeinginan agar petani menjadi bagian mendukung program-program Pemerintah, khususnya penyediaan pangan. Pada saat yang sama, mereka juga bisa mendapatkan pembiayaan yang murah dalam proses produksinya yaitu dengan menggunakan gas,” tambahnya.
Pada pelaksanaan program ini, lanjut Ali, Pemerintah Daerah bertindak sebagai garda terdepan. “Kami harapkan dinas-dinas yang mempunyai tugas dan fungsi terkait petani, diharapkan kolaborasinya agar kegiatan berjalan lancar,” imbuh Ali.
Paket perdana yang diberikan kepada petani terdiri dari 1 unit mesin, 1 buah tabung LPG 3 kg dan 1 set konverter kit beserta asesorisnya. Paket ini diberikan Pemerintah secara gratis dan diharapkan agar Pemda tidak membebankan biaya apapun kepada para petani.
Sementara Safri Yanto dari Ditjen Migas menambahkan, dukungan yang diharapkan dari Pemda apabila mendapatkan alokasi program konversi BBM ke BBG untuk petani, antara lain memastikan daftar nama calon penerima, menyiapkan lokasi pembagian, menyiapkan sarana dan prasarana seperti gudang penyimpanan, listrik, meja dan kursi, tempat untuk merakit dan tempat untuk mencoba paket konversi.
Terkait ketersediaan pasokan LPG, PT Pertamina menyatakan berkomitmen menyediakan kebutuhan masyarakat. Kuota yang ditetapkan Pemerintah bersama DPR, telah memperhitungkan kebutuhan untuk petani dan nelayan yang menggunakan LPg 3kg. Namun demikian, untuk Pemda yang masih membutuhkan penambahan pasokan LPG 3 kg, dapat mengajukan surat permintaan kepada Ditjen Migas dan PT Pertamina.
Pertemuan yang berlangsung akrab ini juga diisi dengan tanya jawab, serta usulan dari Pemda. Antara lain, usulan agar petani penggarap serta petani yang tidak memiliki mesin juga berhak mendapatkan paket perdana ini. Ada pula Pemda yang meminta penambahan jumlah petani yang menerima paket perdana.