Jakarta, MinergyNews– PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) sebagai anak usaha PT Pertamina (Persero) tengah gencar melakukan eksplorasi panas bumi. Panas bumi sebagai salah satu Energi Baru Terbarukan (EBT) bisa dimanfaatkan sebagai sumber tenaga listrik.
Saat ini, menurut Direktur Utama PGE, Irfan Zainuddin, pihaknya sudah mengkonversi energi panas bumi menjadi listrik hingga lebih dari 512 megawatt (MW). Di tahun depan, PGE akan meningkatkan lagi kapasitas produksi panas bumi menjadi 617 MW.
“Sekarang 512 MW kan, jadi 617 MW. Itu yang kita harapkan akan menambah kapasitas dengan adanya proyek ini,” ujarnya kepada wartawan.
Irfan menjelaskan, peningkatan produksi panas bumi dibandingkan tahun ini terjadi karena ada tambahan beberapa unit PLTP baru yang akan mulai beroperasi di tahun 2016.
Selain itu, tambahnya, beberapa PLTP yang akan beroperasi di tahun depan, di antaranya adalah PLTP Karaha Unit 1 1×30 MW di Tasikmalaya, Jawa Barat dengan total investasi US$ 187,10 juta.
Sementara itu, lanjutnya, peningkatan kapasitas produksi PLTP tahun depan juga termasuk dengan beroperasinya PLTP Lahendong Unit 5 dan 6 dengan kapasitas 2×20 MW dan PLTP Ulubelu Unit 3 1×55 MW.
“Kita produksinya lebih tinggi dari tahun 2016 karena ada unit-unit baru yang berproduksi seperti Lahendong 5 dan 6 kemudian Ulubelu 3. Kemudian nanti ada yang Mei itu Karaha unit 1 di Tasikmalaya 30 MW,” pungkasnya.